Selasa, 24 Februari 2015

Cerpen



karya : Siti Rahmah

MUSUHKU ITU SAHABAT TERBAIKKU


                Rifki Adiprasetyo adalah seorang siswa kelas 5 yang bersekolah di SMP HUKAI 1. Anak yang biasa dipanggil Rifki ini sifatnya sangat sombong dan tidak cukup pandai. Orangnya pemalas dan sering menyepelekan nasehat orang lain. Rifki sangat ditakuti di sekolah itu. Pasalnya, setiap orang yang berani menentangnya akan dihukum Rifki dan komplotannya.

                Pada suatu hari, ada seorang anak yang baru pindah dari sekolah lain ke SMP HUKAI 1. Rizky namanya. Karena sifat usilnya ingin meledak, akhirnya Rifki mencoba menjaili Rizky di hari pertamanya bersekolah di sekolah barunya. Saat jam istirahat, Rizky pergi ke kantin untuk membeli minuman dan kemudian duduk di bangku halaman sekolah. Tiba-tiba, Rifki dan dua temannya, Gilang dan Ridwan mengagetkan Rizky. “hei, anak baru! Seenaknya saja kamu duduk disini! Ini kan wilayah kami! Pergi sana!” hardik Gilang marah. “bukannya ini tempat umum? Semua siswa dibolehkan duduk disini. Cari saja tempat duduk yang lain” kata Rizky tenang. Rizky sebenarnya belum tahu siapa Rifki. “eh, kamu berani menentangku?!” tanya Rifki dengan nada mengejek. “dasar orang sombong! Aku tidak takut denganmu. Kamu sama seperti yang lain. Hanya saja kamu sombong!” kata Rizky balik menantang. Gilang dan Ridwan kaget. Rifki berkata, “baik! aku terima tantanganmu! Lihat seberapa hebatnya engkau ini!”.

                Akhirnya, Rifki dan Rizky akan bertarung siang hari di padang rumput, tempat Ridwan sering bermain layangan dengan anak lain. Pada waktu yang telah ditentukan, Rifki dan Rizky akan memulai pertandingan. Anak anak lain yang menjadi pendukung berkerumun di lapangan. Sorak sorai berisi dukungan terhadap Rifki dan Hasan menyeruak mengisi pertandingan. Seru sekali. Rifki pun memulainnya dengan sebuah pukulan yang mengarah ke pipi Rizky. Namun, Hasan dengan mudah menghindarinya dan Rifki pun hampir terjatuh karena tidak mengira kalau Rizky dapat menghindari serangannya. Hal ini terjadi berulang kali dan Rizky sama sekali tidak melakukan apapun kecuali menghindar sampai akhirnya Rifki terjatuh ke sebuah batu besar yang kasar. Alhasil, kulit Rifki banyak yang lecet dan lututnya berdarah dan kemudian mengaduh kesakitan. “Rizky menang! Horee… hidup Rizky… hore!!!” kata semua murid berterik puas. 

                Sementara Rizky tersenyum simpul sambil berkata, “inilah hukumanmu. Kalau kau tidak sombong dan usil, pasti kau tidak akan mengalami ini. Kau tahu, kau celaka akibat perbuatanmu sendiri.”. kemudian semua orang meninggalkan lapangan. “akan kubalas kau nanti, Rizky!” bisik Rifki dalam hati kecilnya.Tak terasa, 3 bulan berlalu. Rizky semakin dikenal dengan status yang baik di sekolahnya. sedangkan Rifki semakin dilupakan dan diacuhkan. “kenapa ia sangat beruntung? ingin rasanya mengikuti prilaku baiknya. tapi.. malu, sulit… apa kata orang nanti?” gumam Rifki tiap kali melihat Rizky.

Pada suatu saat… “memperhatikan aku, ya?” kata Rizky. ternyata Rifki ketahuan sedang memperhatikan Rizky. “eh.. kamu, Rizky..” jawab Rifki malu. beruntung, tidak ada orang disana. “aku tahu maksud kamu. Kamu bukan sekali ini saja memperhatikan aku, kan? aku tahu kita punya kenangan buruk saat pertama kali bertemu. maaf, ya! mungkin kita bisa menghapus semuanya. kamu bisa berubah kok. aku akan membantumu, Rifki.” kata Rizky dengan tenang dan penuh rasa simpati. “kamu serius? setelah apa yang kuperbuat kepadamu?” ucap Rifki kaget. “selalu ada kesempatan kedua, bukan?”. “baiklah. terima kasih, Rizky.” kata Rifki, bahagia.

                Akhirnya, kedua “musuh” itu saling berbaikan dan menjalin hubungan persahabatan yang baik. keduanya sangat ramah dan adil kepada sesamanya. tanpa Rizky, Rifki tak akan berubah. dan tanpa Rifki, Rizky tak akan mengetahui arti persahabatan.
*THE END*

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar