karya : Siti Rahmah
MUSUHKU ITU
SAHABAT TERBAIKKU
Rifki Adiprasetyo adalah seorang
siswa kelas 5 yang bersekolah di SMP HUKAI 1. Anak yang biasa dipanggil Rifki
ini sifatnya sangat sombong dan tidak cukup pandai. Orangnya pemalas dan sering
menyepelekan nasehat orang lain. Rifki sangat ditakuti di sekolah itu.
Pasalnya, setiap orang yang berani menentangnya akan dihukum Rifki dan
komplotannya.
Pada suatu hari, ada seorang anak
yang baru pindah dari sekolah lain ke SMP HUKAI 1. Rizky namanya. Karena sifat
usilnya ingin meledak, akhirnya Rifki mencoba menjaili Rizky di hari pertamanya
bersekolah di sekolah barunya. Saat jam istirahat, Rizky pergi ke kantin untuk
membeli minuman dan kemudian duduk di bangku halaman sekolah. Tiba-tiba, Rifki
dan dua temannya, Gilang dan Ridwan mengagetkan Rizky. “hei, anak baru!
Seenaknya saja kamu duduk disini! Ini kan wilayah kami! Pergi sana!” hardik
Gilang marah. “bukannya ini tempat umum? Semua siswa dibolehkan duduk disini.
Cari saja tempat duduk yang lain” kata Rizky tenang. Rizky sebenarnya belum
tahu siapa Rifki. “eh, kamu berani menentangku?!” tanya Rifki dengan nada
mengejek. “dasar orang sombong! Aku tidak takut denganmu. Kamu sama seperti
yang lain. Hanya saja kamu sombong!” kata Rizky balik menantang. Gilang dan
Ridwan kaget. Rifki berkata, “baik! aku terima tantanganmu! Lihat seberapa
hebatnya engkau ini!”.
Akhirnya, Rifki dan Rizky akan
bertarung siang hari di padang rumput, tempat Ridwan sering bermain layangan
dengan anak lain. Pada waktu yang telah ditentukan, Rifki dan Rizky akan
memulai pertandingan. Anak anak lain yang menjadi pendukung berkerumun di
lapangan. Sorak sorai berisi dukungan terhadap Rifki dan Hasan menyeruak
mengisi pertandingan. Seru sekali. Rifki pun memulainnya dengan sebuah pukulan
yang mengarah ke pipi Rizky. Namun, Hasan dengan mudah menghindarinya dan Rifki
pun hampir terjatuh karena tidak mengira kalau Rizky dapat menghindari
serangannya. Hal ini terjadi berulang kali dan Rizky sama sekali tidak
melakukan apapun kecuali menghindar sampai akhirnya Rifki terjatuh ke sebuah
batu besar yang kasar. Alhasil, kulit Rifki banyak yang lecet dan lututnya
berdarah dan kemudian mengaduh kesakitan. “Rizky menang! Horee… hidup Rizky…
hore!!!” kata semua murid berterik puas.
Sementara Rizky tersenyum simpul
sambil berkata, “inilah hukumanmu. Kalau kau tidak sombong dan usil, pasti kau
tidak akan mengalami ini. Kau tahu, kau celaka akibat perbuatanmu sendiri.”.
kemudian semua orang meninggalkan lapangan. “akan kubalas kau nanti, Rizky!”
bisik Rifki dalam hati kecilnya.Tak terasa, 3 bulan berlalu. Rizky semakin
dikenal dengan status yang baik di sekolahnya. sedangkan Rifki semakin
dilupakan dan diacuhkan. “kenapa ia sangat beruntung? ingin rasanya mengikuti
prilaku baiknya. tapi.. malu, sulit… apa kata orang nanti?” gumam Rifki tiap
kali melihat Rizky.
Pada suatu saat… “memperhatikan aku, ya?”
kata Rizky. ternyata Rifki ketahuan sedang memperhatikan Rizky. “eh.. kamu,
Rizky..” jawab Rifki malu. beruntung, tidak ada orang disana. “aku tahu maksud
kamu. Kamu bukan sekali ini saja memperhatikan aku, kan? aku tahu kita punya
kenangan buruk saat pertama kali bertemu. maaf, ya! mungkin kita bisa menghapus
semuanya. kamu bisa berubah kok. aku akan membantumu, Rifki.” kata Rizky dengan
tenang dan penuh rasa simpati. “kamu serius? setelah apa yang kuperbuat
kepadamu?” ucap Rifki kaget. “selalu ada kesempatan kedua, bukan?”. “baiklah.
terima kasih, Rizky.” kata Rifki, bahagia.
Akhirnya, kedua “musuh” itu
saling berbaikan dan menjalin hubungan persahabatan yang baik. keduanya sangat
ramah dan adil kepada sesamanya. tanpa Rizky, Rifki tak akan berubah. dan tanpa
Rifki, Rizky tak akan mengetahui arti persahabatan.
*THE END*



0 komentar:
Posting Komentar