Jumat, 27 Februari 2015

puisi



CINTA
Ku tepis rasa duka
Ketika k udengar suaranya..
cepat kubuang rasa sedih
di saat , canda tawanya
Menggelak kan hatiku..
Dengan kasihnya
Melukiskan senyuman tulus dari bibirku..

Mengapa , kubegini..
Seakan hanya untuk dirinya
Inginku genggam erat tangannya
Tuk gambarkan bahwaku..
Benar2 cinta.. ^^

Tak ingin kujauh..
Menjauhi cerita indah ini..

Inginku slalu..Merasa terbang di udara
Dengan sayapnya
Dengan dirinya
Dan rasakan panorama cinta

Takbisa..Diriku,,
Tanpa dirinya..
Walau sedetik saja..
Karna aku,,yang benar2 cinta..


makan lokal



Makanan Lokal banjarmasin

       Salah satu makanan lokal banjarmasin adalah mandai yang berasal dari Batu Mandi, mandai adalah makanan atau seringkali dijadikan lauk pauk untuk memakan nasi.

       Mandai berasal dari buah Cempedak,mandai adalah kulit kedua buah cempedak,tapi bukan kulit paling luar nya loh,melainkan tempat buah cempedak nya berada.

       Sekilas tentang buah cempedak nya dulu deh, hampir semua bagian buah cempedak bisa di makan, dari kulit dalam, buah bahkan biji nya pun dapat di makan, biji Cempedak biasanya di rebus atau bisa juga di goreng, buah cempedak nya juga bisa di buat jus, kue cempedak, atau di makan langsung, tidak banyak yang terbuang dari keseluruhan buah cempedak, hanya kulit bagian luarnya saja yang di buang, kulit yang di buang itu sedikit berduri tetapi tidak tajam dan lumayan tipis.
Cara membuat mandai 
  1.  Belah buah cempedak menggunakan pisau.
  2.  Ambil semua buah cempedak beserta bijinya.
  3. Kupas buah cempedak , menggunakan pisau buang bagian kulit luarnya yang berduri tetapi jangan terlalu tebal mengupasnya. 
  4.  Cuci bagian cempedak yang dikupas tadi menggunakan air bersih.
  5.  Ambil toples atau wadah yang tertutup untuk memasukan bagian cempedak. 
  6. Olesi seluruh bagian cempedak yang di kupas tadi dengan garam. 
  7. Masukan kulit cempedak yang di olesi garam kedalam toples,susun dengan rapi dan berikan sedikit air saja supaya tidak kering.  
  8. Tutup toples dan simpan di tempat kering dan bersih.
  9. Diamkan beberapa hari atau 5-8 hari.
Cara memasak mandai
  1. Iris kecil mandai atau sesuai selera.
  2. Cuci bersih. 
  3. Berikan penyedap rasa, terasi, cabe merah di aduk merata atau juga bisa diberikan sedikit gula sesuai selera. 
  4. Masukan minyak goreng dan tumis bawang merah terlebih dahulu kemudian masukan mandai yang sudah di berikan bumbu. 
  5. Sambil sedikit di aduk supaya tidak gosong dan masak merata.
  6. Tunggu hingga warnanya berubah sedikit kecoklatan tapi jangan sampai gosong ya. 
  7. Sajikan mandai dan hias mandai sesuai selera.
Cara mengatasi gugup saat ujian


             Ujian memang sangat membuat gugup bagi kebanyakan orang, bahkan  seringkali orang yang sangat gugup ketika mau ujian  ada yang merasa badan panas dingin sampai perasaan tidak karuan.

             Kalau sudah seperti itu belajar pun menjadi tidak konsen dan mudah lupa akan pelajaran yang baru saja di pelajari. sedikit tips dari saya untuk mengatasi gugup.

  1. Pada hari sebelum ujian kita harus belajar terlebih dahulu, paling tidak 1 atau 2 hari sebelum ujian. 
  2.  Usahakan kuasai materi dan jangan berfikir bisa mencontek katika ujian,jangan sampai perasaan itu terbesit di benak kita karena kalau kita sampae berpikir begitu kita bisa malas belajar. 
  3. Berfikir optimis bahwa kita bisa menjawab soal ujian dengan nilai baik dan hasil kerja sendiri tidak hasil contekan.
  4.  Apabila sudah muncul rasa gugup coba berfikir “kalau saya gugup hanya akan membuat perasaan saya tidak karuan dan akan menggangu ujian saya “. Walaupun anda gugup juga tidak akan merubah keadaan kan bahkan bisa menambah buruk keadaan.
  5.  Usahakan tetap tenang.
Tidak perlu banyak usaha untuk mengatasi rasa gugup saat ujian, yang paling penting adalah USAHAKAN TETAP TENANG dan JANGAN GEGABAH.


SEMOGA BERHASIL !!!!!

Selasa, 24 Februari 2015

Cerpen



karya : Siti Rahmah

MUSUHKU ITU SAHABAT TERBAIKKU


                Rifki Adiprasetyo adalah seorang siswa kelas 5 yang bersekolah di SMP HUKAI 1. Anak yang biasa dipanggil Rifki ini sifatnya sangat sombong dan tidak cukup pandai. Orangnya pemalas dan sering menyepelekan nasehat orang lain. Rifki sangat ditakuti di sekolah itu. Pasalnya, setiap orang yang berani menentangnya akan dihukum Rifki dan komplotannya.

                Pada suatu hari, ada seorang anak yang baru pindah dari sekolah lain ke SMP HUKAI 1. Rizky namanya. Karena sifat usilnya ingin meledak, akhirnya Rifki mencoba menjaili Rizky di hari pertamanya bersekolah di sekolah barunya. Saat jam istirahat, Rizky pergi ke kantin untuk membeli minuman dan kemudian duduk di bangku halaman sekolah. Tiba-tiba, Rifki dan dua temannya, Gilang dan Ridwan mengagetkan Rizky. “hei, anak baru! Seenaknya saja kamu duduk disini! Ini kan wilayah kami! Pergi sana!” hardik Gilang marah. “bukannya ini tempat umum? Semua siswa dibolehkan duduk disini. Cari saja tempat duduk yang lain” kata Rizky tenang. Rizky sebenarnya belum tahu siapa Rifki. “eh, kamu berani menentangku?!” tanya Rifki dengan nada mengejek. “dasar orang sombong! Aku tidak takut denganmu. Kamu sama seperti yang lain. Hanya saja kamu sombong!” kata Rizky balik menantang. Gilang dan Ridwan kaget. Rifki berkata, “baik! aku terima tantanganmu! Lihat seberapa hebatnya engkau ini!”.

                Akhirnya, Rifki dan Rizky akan bertarung siang hari di padang rumput, tempat Ridwan sering bermain layangan dengan anak lain. Pada waktu yang telah ditentukan, Rifki dan Rizky akan memulai pertandingan. Anak anak lain yang menjadi pendukung berkerumun di lapangan. Sorak sorai berisi dukungan terhadap Rifki dan Hasan menyeruak mengisi pertandingan. Seru sekali. Rifki pun memulainnya dengan sebuah pukulan yang mengarah ke pipi Rizky. Namun, Hasan dengan mudah menghindarinya dan Rifki pun hampir terjatuh karena tidak mengira kalau Rizky dapat menghindari serangannya. Hal ini terjadi berulang kali dan Rizky sama sekali tidak melakukan apapun kecuali menghindar sampai akhirnya Rifki terjatuh ke sebuah batu besar yang kasar. Alhasil, kulit Rifki banyak yang lecet dan lututnya berdarah dan kemudian mengaduh kesakitan. “Rizky menang! Horee… hidup Rizky… hore!!!” kata semua murid berterik puas. 

                Sementara Rizky tersenyum simpul sambil berkata, “inilah hukumanmu. Kalau kau tidak sombong dan usil, pasti kau tidak akan mengalami ini. Kau tahu, kau celaka akibat perbuatanmu sendiri.”. kemudian semua orang meninggalkan lapangan. “akan kubalas kau nanti, Rizky!” bisik Rifki dalam hati kecilnya.Tak terasa, 3 bulan berlalu. Rizky semakin dikenal dengan status yang baik di sekolahnya. sedangkan Rifki semakin dilupakan dan diacuhkan. “kenapa ia sangat beruntung? ingin rasanya mengikuti prilaku baiknya. tapi.. malu, sulit… apa kata orang nanti?” gumam Rifki tiap kali melihat Rizky.

Pada suatu saat… “memperhatikan aku, ya?” kata Rizky. ternyata Rifki ketahuan sedang memperhatikan Rizky. “eh.. kamu, Rizky..” jawab Rifki malu. beruntung, tidak ada orang disana. “aku tahu maksud kamu. Kamu bukan sekali ini saja memperhatikan aku, kan? aku tahu kita punya kenangan buruk saat pertama kali bertemu. maaf, ya! mungkin kita bisa menghapus semuanya. kamu bisa berubah kok. aku akan membantumu, Rifki.” kata Rizky dengan tenang dan penuh rasa simpati. “kamu serius? setelah apa yang kuperbuat kepadamu?” ucap Rifki kaget. “selalu ada kesempatan kedua, bukan?”. “baiklah. terima kasih, Rizky.” kata Rifki, bahagia.

                Akhirnya, kedua “musuh” itu saling berbaikan dan menjalin hubungan persahabatan yang baik. keduanya sangat ramah dan adil kepada sesamanya. tanpa Rizky, Rifki tak akan berubah. dan tanpa Rifki, Rizky tak akan mengetahui arti persahabatan.
*THE END*

Cerpen



Karya : SITI RAHMAH
CINTA WAKTU SMP



Aku hidup bukan untuk menunggu cintamu. Sulit ku terima semua keputusan itu. Yang kini hilang tersapu angin senja. Masih sulit pula untuk ku lupakan. Suram dan seram jika ku ingat kembali. Mungkin harus ku biarkan semua kenangan itu, agar abadi oleh sang waktu.
Pagi ini cerah, hangat mentari yang bersinar dan sejuk embun di pagi itu membuat semangat untuk menuntut ilmu makin bertambah. Ku percepat langkahku . Seusai sekolah, ada ekstrakulikuler seni tari dan aku pun mengikutinya. Masih belum beranjak dari tempat duduk ku. Dari arah belakang terdengar suara yang memanggilku.
“Ayuuuu, tunggu !!! Aku pun melihat ke belakang “Kamu Raff, ada apa kok sampai tergesa-gesa ?” tanyaku penasaran. “Emmm, ada yang mau kenalan sama kamu !”  ,“Tapi Raff, udah mau masuk kelas seni tarinya”, “Ya telat dikit kan gak papa”. Aku tidak menjawabnya. Aku bergegas pergi menuju kelas seni tari. Aku simpan kata-kata Raffi tapi aku tidak memikirkannya disaat aku sedang mengikuti seni tari.
                Hari ini aku sengaja berangkat pagi, aku ingin menikmati udara pagi, walaupun jarak antara rumah dan sekolah dekat. Sewaktu istirahat aku kembali ingat dengan kata-kata Raffi kemarin siang. Siapa dia? Anak mana? Namanya siapa? Berbagai pertanyaan mulai bermunculan di benakku. Hingga aku tak sadar jika aku sedang melamunkannya. “Hey hey, mikirin siapa sih kamu?” Tanya Ega yang membuyarkan lamunanku. “Ha? Aku gak mikirin apa-apa tuh!” “Kok ngelamun sih? Haaa, masih keinget ya sama kata-kata Raffi kemaren?” “Ehh, apaan sih, mentang-mentang pacar Raffi trus kalian ngejek gitu, ahh gak asyiik”. “Yaya, Cuma bercanda kok”
                Tiba-tiba Raffi datang menemuiku. Entah apa lagi yang akan ia sampaikan  kembali. Aku sendiri tidak berharap jika kata-kata itu lagi yang akan ia sampaikan.“Yu, ikut yuk, dia mau ketemu kamu, tuh udah ditunggu di kantin” ajak Raffi. “Ahh, engga ahh, biarin aja dia samperin” “Kok gitu? Ya udah deh, ini kesempatan loh, kok malah kamu sia-siain” Ucapan Raffi didengar oleh Layla, yang juga saudara Raffi. “Ehh, ada apaan nih, keliatannya seru! Ada apa sih Raff, kok gak bilang-bilang?” “Gak ada apa-apa, udah nanti aku ceritain” Bel masuk kelas pun berbunyi, aku segera masuk kelas. Dan aku mengikuti pelajaran yang berlangsung hingga usai. Pulang sekolah biasanya aku jalan sendiri, karena jarak rumah ke sekolah deket. “Ciiye Ayuu” goda Layla. “Ada apa sih?” tanyaku penasaran. “Tuh, orang yang di depan gerbang pake tas item ada corak biru, itu orang yang mau ketemu kamu.” “Ha? Siapa dia? Namanya siapa?” “Dia Reza, anaknya pendiem banget, dia sahabat karib Raffi sama Adi”
Tanpa kata-kata apapun aku bergegas pulang, dalam perjalananku aku memikirkan semua hal yang Layla beritahu tadi. Yah, Reza, aku masih tidak menyangka kenapa dia mau bertemu, kenapa harus lewat temennya? Ah mungkin dia malu. Ya udahlah.
Hari ini mulai muncul kabar buruk, banyak yang menyangka bahwa aku ini adalah pacar Reza, padahal bukan sama sekali. Aku kenal sama dia aja baru kemarin. Di sela-sela pelajaran aku gunakan untuk menuliskan sebuah kata-kata. Sepertinya aku memang benar-benar jatuh hati pada Reza, “ahhh, kenal langsung aja belum kayaknya mustahil deh” kata itu selalu muncul di benakku.Saat jam istirahat, aku selalu melewati kelasnya. Aku selalu melihat tingkah lakunya, yang terkadang membuatku tersenyum-senyum sendiri. Oh mungkin inikah cinta? Aku pernah merasakannya tetapi aku tak ingin merasakannya lagi untuk saat ini.
                Setelah kita kenal begitu lama, aku mengenal dia dengan ramah, dengan baik, walaupun diantara kita tak pernah ada satu perkataan. Tiba-tiba semua perasaanku menjelma, berubah entahlah seperti apa isi otakku. Aku menyukainya, aku menyayanginya. Aku yakin dia pun begitu, tapi aku tidak pernah percaya itu, aku tidak pernah percaya bila ia menyukaiku juga, aku hanya berharap begitu banyak.
 Hari ini ekstra pramuka sebenarnya, aku sama Reza mau bicara tapi dia tetap tidak mau. Dia tetap tak membuka kesempatan untuk perasaan kita. Tapi aku masih yakin bila dia benar-benar mencintaiku. Sore itu aku hanya pulang dengan semua mimpi ku yang telah pupus. Aku tak membawa secuil harapan lagi untuk rasaku. Malam ini aku tulis surat untuk nya. Aku harap ada sedikit respon darinya. Dan respon itu tidak membuatku patah hati dan patah semangat. Aku tahu Tuhan pasti mengerti disetiap mimpi dan harapanku. Setelah selesai aku pun tidur. Hari ini aku sengaja bangun pagi, selain aku piket aku juga ingin melihatnya lebih awal, hehe.
                Aku datang pertama di sekolah, datang pertama juga di kelas, aku langsung piket, bersihkan semuanya. Setelah selesai, aku kasih surat itu langsung ke dia. Aku tak pernah mengira hal buruk apapun akan menimpa kita setelah surat itu kau baca. Tiba-tiba Imma datang mengetuk pintu kelasku. Dia meminta ijin dahulu, lalu memanggilku untuk menemuinya. Aku yang bingung, langsung saja aku menurut.  “Nich surat dari Reza !” kata Imma sambil memberikan surat dari Reza.“Apa ini? Jawaban suratku tadi pagi ya?” “Iyaa, baca aja, dia bilang dia minta maaf kalo udah nyakitin perasaan kamu, dia gak bermaksud kayak gitu, ya udah baca aja.” “Iyaa, makasiih udah ngaterin suratnya, aku titip salam buat dia” Seketika aku menangis, air mata ini sudah tak bisa ku tahan lagi. Tetes demi tetes mulai membasahi wajahku. Lalu ku hapus lagi begitu pun seterusnya.
Aku masuk kelas dan aku lanjutkan pelajaran yang sempat tertunda, aku anggap saja ini semua tidak pernah terjadi. “Ada apa sih, Yu ?” Tanya Ega.“Di.. dia.. dia udah jawab semuanya” kataku terbata-bata “Jawab apa? Bukannya diantara kalian itu tak pernah ada apa-apa?” “Dia gak suka aku Ga, aku sih fine tapi kenapa sih yang nganter harus Imma, dulu pas kamu sama Raffi putus, Imma juga kan yang nganter?” “Iya ya, kok aku lupa ya? Ya udah deh, kamu yang sabar aja, cowok itu gak Cuma satu kok, gak Cuma dia doang” “Iyaa Ga, makasiih” jawabku sambil mengusap air mataku “Iya sama-sama”Sulit menjalani hari tanpanya lagi, walaupun kita hanya sebatas gebetan, tapi ternyata hal itu membuat kita menjadi bersahabat. Berbulan-bulan aku nanti jawabanmu lagi. Tapi ternyata jawaban itulah yang sudah kamu tetapkan. Aku hanya pasrah, aku menangis, bagaimana tidak jika seseorang yang aku sukai ternyata telah membuatku menangis. Aku berharap suatu saat nanti Tuhan mempertemukan kita, dan Tuhan izinkan kita bersama. Jika Tuhan tidak mentakdirkan kita bersama biarlah perasaan itu menjadi sebuah kenangan masa SMP kita.

*THE END*